Saudaraku
Mengapa kita harus mengemban amanah dakwah ? barangkali ini adalah sebuah pertanyaan yang konyol, menurut antum yang sudah sekian lama berjuang di jalan dakwah. Buat apa kita bertanya kembali, setelah sekian lama kita berjuang bersama. Tetapi, menurut saya, ini adalah pertanyaan yang menjadi titik tolak idiologis yang menjadi ruh perjuangan kita. Karena sudah menjadi tabiat manusia untuk melakukan sesuatu dengan pamrih, untuk melakukan sesuatu dengan alasan. Marilah kita mencoba mencari alasan mengapa kita mengemban amanah dakwah ini.
1.karena kita bersyukur pada Allah.
Saudaraku...
kita pernah belajar bersama tentang syarat-syarat syukur menurut ibnul qoyyim. Beliau mengatakan bahwa syarat syukur ada tiga, yaitu mengakui nikmat Allah atas dirinya. Menyanjung Allah atas nikmatNya, dan menggunakan nikmat itu untuk mendapat keridhaanNya.
Cobalah kita mulai menghitung bekas-bekas nikmat Allah yang diberikan kepada kita, sejenak kita menghitung ... dan ternyata mahasuci Allah yang telah memberikan nikmat kepada kita dengan begitu banyak.
Cobalah kita ingat, betapa Allah memberikan kepada kita semuanya yang terbaik. Fisik yang baik, akal yang cerdas, analisa yang tajam, kemampuan retorika dan kalau kita mencoba merenung, kita tidak pernah kekurangan rizki (meskipun sering pas-pasan, tetapi sampai saat ini kita masih bisa makan !)
Tidak ada ruginya kita bersyukur pada Allah SWT, karena bila kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmatNya.
Tentu saja, kita harus bersyukur atas nikmat Allah dengan cara mengakuinya, memuji Allah dan menggunakan nikmat itu untuk mendapat keridhaanNya.
Kalau rosulullah tauladan kita, sholat lail sampai kakinya bengkak karena bersyukur pada Allah, apa yang telah kita lakukan untuk bersyukur padaNya ?
Eh, ternyata kita belum melakukan amal yang membanggakan sebagai tanda syukur kita, untuk bekal akhirat kita.
Dan disini, dijalan dakwah ini, ada banyak peluang amal, ada banyak mutarabbi yang menanti sentuhan tarbiyah kita. Dijalan ini, ada banyak dhuafa dan madzlumin, orang lemah dan orang tertindas, yang menanti pembelaan kita. Dijalan perjuangan ini, ada sekian banyak kemungkaran yang harus kita hentikan. Disini, dijalan ini, ada peluang untuk menjadi Ansharullah !
2.karena obsesi kita terhadap akhirat.
Malik bin Dinar pernah mengatakan, ” kadar hilangnya obsesi anda kepada akhirat dari hati anda sangat ditentukan oleh kadar obsesi anda terhadap dunia ”.
Karena obsesi kita tehadap akhirat, karena keimana kita pada Allah dan hari akhir, karena kita merindu surga, karena kita menyadari amal kita terlalu sedikit, maka kita harus beramal ! sekarang ! walaupun sedikit ! dan tidak boleh ditunda!
3.karena konsekuensi kita terhadap dosa-dosa kita.
Saudaraku,
Keakraban kita dengan kemaksiatan membuat munculnya perasaan tidak berdosa. Kedekatan kita dengan kemaksiatan membuat lemahnya nurani kita. Dan generasi salaf menganggap dosa harus ditebus dengan amal solih !
Ya, dosa kita sudah terlalu banyak teronggok menutupi pintu hati kita. Mari kita segera bertaubat kepada Allah SWT, dan segera memperbanyak amal, karena kita berharap, amal kita dapat menebus dosa kita !
kita beramal dan berdakwah bukan karena kita merasa lebih baik dari mutarabbi kita, lebih baik dari pada simpatisan dan kader pemula, tetapi karena kita merasa dosa kita terlalu banyak dan Allah Arrahiim masih saja memberi banyak nikmat kepada kita. Inna lillah..
4.karena kita ingin beramal dengan ikhlas.
Kita telah belajar bersama, sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, apakah amal itu ikhlas karena Allah SWT, atau karena ingin meminang wanita, meraih harta atau menggapai dunia.
Seorang tabiin, pernah menangis selama dua puluh tahun, tanpa diketahui istrinya.
Imam Al mawardi, telah menghabiskan umurnya untuk menulis buku, tetapi tidak ada yang dipublikasikan sampai ia wafat!
Apa yang akan kita ikhlaskan, kalo amalpun belum pernah kita lakukan! bukankah tiada keikhlasan tanpa amal?
Dan dijalan ini, ada banyak peluang amal yang bisa kita lakukan.
5.karena kesadaran kita akan sedikitnya waktu, terbatasnya sumberdaya dan minimnya kekuatan sehingga konsekuensinya kita harus amal jama’i.
Waktu kita sangat singkat, detik-detik berjalan tak terasa, tahun demi tahun bergulir mengurangi jatah umur kita.
Dan ternyata, kita juga belum melakukan apa-apa. Untuk menebusnya, kita harus kreatif beramal.
Ketika ingin kreatif beramal, kita baru menyadari betapa terbatasnya sumber daya yang kita miliki, betapa minimnya kekuatan yang kita punyai, semuanya tidak sebanding dengan kewajiban yang harus kita tunaikan. sungguh, bekal kita tidaklah memadai untuk melakukan sebuah perjalanan panjang peradaban.
Secara teori ekonomi, kita harus memanfaatkan sumber daya, potensi dan waktu kita yang terbatas untuk meraih ”keuntungan ” amal akhirat yang besar.
Rasa-rasanya, tanpa jamaah yang mengakomodaasi potensi kita, kita tidak mungkin dapat melakukannya.
Sebagai contoh, mungkin kita ”hanya” punya keahlian menempel pamflet atau memasang bendera, tetapi bila keahlian ini berpadu dalam sebuah amal jama’i yang mamadukan potensi. selembar pamflet yang kita tempel akan mejadi kontribusi cikal bakal khilafah! (dengan izin Allah)
Atau mungkin, dari infaq 2,5 % penghasilan kita yang tidak seberapa, yang kadang-kadang masih dibawah UMR, bila dikumpulkan dengan ikhwah yang lainnya, dana ini akan menjadi penopang dakwah yang luar biasa ! subhanallah
6.karena kita tahu akan konspirasi musuh-musuh islam.
Musuh-musuh islam bahu membahu, menyatukan potensi dan harta mereka, bekerja keras 24 jam, mencurahkan segala usaha dan upaya untuk menghancurkan Islam.
Makar musuh Allah ada dimana-mana, Iraq, Afghanistan, Mesir, Philipina dan penjuru negeri islam lainnya tak luput dari makar mereka. Data terbaru, umat Islam indonesia tinggal 70%. What next ? apa yang harus kita lakukan?
Tentu saja, kita harus bekerja lebih keras lagi, karena kita tidak rela panji islam terkulai.
solo,2003
Pemuda Sebagai Generasi Harapan Islam
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan dan memuliakan para pemuda, al-Qur’an menceritakan tentang potret pemuda ashaabul kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman kepada Allah SWT dan meninggalkan mayoritas kaumnya yang menyimpang dari agama Allah SWT, sehingga Allah SWT menyelamatkan para pemuda tersebut dengan menidurkan mereka selama 309 tahun (QS 18/).
Kisah pemuda ashaabul ukhdud dalam al-Qur’an juga menceritakan tentang pemuda yang tegar dalam keimanannya kepada Allah SWT sehingga menyebabkan banyak masyarakatnya yang beriman dan membuat murka penguasa sehingga ratusan orang dibinasakan dengan diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak (sabab nuzul QS ). Dan masih banyak lagi contoh-contoh kisah para pemuda lainnya, diantaranya bahwa mayoritas dari assabiquunal awwaluun (orang-orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah SAW) adalah para pemuda (Abubakar ra masuk Islam pada usia 32 tahun, Umar ra 35 th, Ali ra 9 th, Utsman ra 30 th, dst).
Sifat-sifat yang menyebabkan para pemuda tersebut dicintai Allah SWT dan mendapatkan derajat yang tinggi sehingga kisahnya diabadikan dalam al-Qur’an dan dibaca oleh jutaan manusia dari masa ke masa, adalah sebagai berikut :
1.Karena mereka selalu menyeru pada al-haq (QS 7/181)
2.Mereka mencintai Allah SWT, maka Allah SWT mencintai mereka (QS 5/54)
3.Mereka saling melindungi, menegakkan shalat (QS 9/71) tidak sebagaimana para pemuda yang menjadi musuh Allah SWT (QS 9/67)
4.Mereka adalah para pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT (QS 13/20)
5.Mereka tidak ragu-ragu dalam berkorban diri dan harta mereka untuk kepentingan Islam (QS 49/15)
Pemuda Sebagai Generasi Yang Memahami Kondisi Realitas Ummat
Jika kita menyaksikan kondisi mayoritas ummat Islam saat ini, maka terlihat bahwa sebagian besar ummat berada pada keadaan yang sangat memprihatinkan, mereka bagaikan buih terbawa banjir, tidak memiliki bobot dan tidak memiliki nilai. Jika dilakukan analisis secara mendalam dari sudut pandang agama, maka akan terlihat bahwa realitas ummat yang demikian disebabkan oleh hal-hal sbb:
• Penyakit ummat Islam saat ini (baik di Indonesia maupun di berbagai negara Islam) berpangkal pada sikap infirodiyyah (individualisme). Maksudnya adalah bahwa mayoritas ummat Islam saat ini bekerja sendiri-sendiri dan sibuk dengan masalahnya masing-masing tanpa berusaha untuk menggalang persatuan dan membuat suatu bargaining position demi kepentingan ummat. Para ulama dan muballigh sibuk bertabligh, para pengusaha muslim sibuk dengan usahanya dan para pejabatnya sibuk mempertahankan jabatannya, tidak ada koordinasi dan spesialisasi untuk bekerja sesuai dengan bidangnya kemudian hasilnya dimusyawarahkan untuk kepentingan bersama. Demikian pula di tingkat ORMAS dan ORPOL, masing-masing bekerja sendiri tidak ada kerjasama satu dengan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan jurang pemisah antara masing-masing kelompok semakin besar.
• Secara kejiwaan beberapa penyakit yang memperparah kondisi ummat Islam saat ini diantaranya adalah:
1. Emosional, artinya bahwa ikatan keislaman mayoritas ummat saat ini baru pada ikatan emosional saja, belum disertai dengan kefahaman yang mendalam akan ajaran agamanya. Sehingga disiplin untuk bekerja, semangat untuk berdakwah, gairah berinfak, dsb baru pada taraf emosional, bersifat reaktif dan sesaat saja (QS 22/11).
2. Orientasi kultus. Dalam pelaksanaan ibadah ritual, menjalankan pola hidup sampai dengan mensikapi berbagai peristiwa kontemporer, mayoritas masyarakat muslim tidak berpegang kepada dasar (dhawabith) kaidah-kaidah Islam yang jelas, karena pengetahuan keislaman yang pas-pasan, sehingga lebih memandang kepada pendapat berbagai tokoh yang dikultuskan. Celakanya para tokoh tersebut kebanyakan dikultuskan oleh berbagai lembaga yang tidak memiliki kompetensi sama sekali dalam bidang agama, seperti media massa, sehingga bermunculanlah para ulama selebriti yang berfatwa tanpa ilmu, sehingga sesat dan menyesatkan.
3. Sok pintar. Sifat kejiwaan lain yang menonjol pada mayoritas kaum muslimin saat ini adalah merasa sok pintar dalam hal agama. Jika dalam bidang kedokteran misalnya, mereka sangat menghargai spesialisasi profesi, sehingga yang memiliki otoritas untuk berbicara masalah penyakit adalah dokter, demikian seterusnya kaidah ini berlaku untuk bidang-bidang lainnya, kecuali bidang agama. Dalam bidang agama, dengan berbekal pengetahuan Islam yang ala kadarnya setiap orang sudah merasa cukup dan merasa tidak perlu belajar lagi untuk berani berbicara, berpendirian, bahkan berfatwa. Seolah-olah agama tidak memiliki kaidah-kaidah dan hukum-hukum yang perlu dipelajari dan dikuasai sehingga seorang layak berbicara dengan mengatasnamakan Islam.
4. Meremehkan yang lain. Sifat lain yang muncul sebagai kelanjutan dari rasa sok pintar diatas adalah meremehkan pendapat orang lain. Dengan ringannya seorang yang baru belajar agama di sebuah universitas di Barat berani menyatakan bahwa jilbab adalah sekedar simbol saja bukan suatu kewajiban syar’i, yang dengan “fatwa-prematurnya” ini ia telah berani menafsirkan tanpa kaidah atas ayat al-Qur’an, menta’wil secara bathil hadits-hadits shahih serta membuang sirah nabawiyyah (perjalanan kehidupan Nabi SAW dan para sahabatnya) dan ijma’ (kesepakatan) fatwa para ulama sedunia, baik salaf (terdahulu) maupun khalaf (kontemporer).
• Adapun secara aktifitas (amaliyyah) beberapa penyakit yang menimpa mayoritas ummat Islam saat ini diantaranya adalah :
1. Sembrono. Dalam aspek aktifitas, maka mayoritas ummat melakukan kegiatan dakwah secara sembrono, tanpa perencanaan dan perhitungan yang matang sebagaimana yang mereka lakukan jika mereka mengelola suatu usaha. Akibat aktifitas yang asal jadi ini, maka dampak dari dakwah tersebut kurang atau tidak terasa bagi ummat. Kegiatan tabligh, ceramah, perayaan hari-hari besar agama yang dilakukan hanya sekedar menyampaikan, tanpa ada follow up dan reevaluasi terhadap hasilnya. Khutbah jum’at hanya sekedar melaksanakan rutinitas tanpa dilakukan pembuatan silabi yang berbobot sehingga jama’ah sebagian besar datang untuk tidur daripada mendengarkan isi khutbah. Kegiatan membaca al-Qur’an hanya terbatas kepada menikmati keindahan suara pembacanya, tanpa diiringi dengan keinginan untuk menikmati dan merenungkan isinya, sehingga disamakan dengan menikmati lagu-lagu dan nyanyian belaka.
2. Parsial. Dalam melaksanakan Islam, mayoritas ummat tidak berusaha untuk mengamalkan keseluruhan kandungan al-Qur’an dan as-Sunnah, melainkan lebih memilih kepada bagian-bagian yang sesuai dengan keinginannya dan menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya (QS 2/85). Sehingga seorang sudah dipandang sebagai muslim sejati, hanya dengan indikator melakukan shalat atau puasa saja. Padahal shalat hanya bagian yang sangat kecil saja yang menjadi kewajiban seorang muslim, disamping aturan-aturan lain yang juga wajib dilaksanakan oleh seorang muslim dalam berekonomi, politik, pergaulan, pola pikir, cita-cita, bekerja, dsb. Yang kesemuanya tanpa kecuali akan diminta pertanggungjawaban kita di akhirat kelak (QS 2/208).
3. Tradisional. Islam yang dilaksanakan masih bersifat tradisional, baik dari sisi sarana maupun muatannya. Dari sisi sarana, kaum muslimin belum mampu menggunakan media-media modern secara efektif untuk kepentingan dakwah, seperti ceramah dengan simulasi komputer, VCD film-film yang islami, iklan-iklan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, kebanyakan masih mengandalkan kepada cara tradisional seperti ceramah di mesjid, musholla dan di lapangan. Sementara dari sisi muatannya, maka isi ceramah yang disampaikan kebanyakan masih bersifat fiqih oriented; masalah-masalah aqidah, ekonomi yang islami, sistem politik yang islami, apalagi masalah-masalah dunia Islam kontemporer sama sekali belum banyak disentuh.
4. Tambal-sulam. Dalam menyelesaikan berbagai persoalan ummat, pendekatan yang dilakukan bersifat tambal sulam dan sama sekali tidak menyentuh esensi permasalahan yang sebenarnya. Sebagai contoh, mewabahnya AIDS cara mengatasinya sama sekali bertentangan dengan Islam, yaitu dengan membagi-bagi kondom. Seolah-olah lupa atau sengaja melupakan bahwa pangkal sebab dari AIDS adalah melakukan hubungan seks tidak dengan pasangan yang sah. Dan cara menanggulanginya adalah dengan memperbaiki muatan pendidikan agama yang diajarkan dari sejak sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Demikian pula masalah2 lainnya seperti tawuran pelajar, meningkatnya angka kriminalitas, penyalahgunaan Narkoba, menjamurnya KKN ; kesemuanya berpangkal pada satu sebab yaitu lemahnya pemahaman dan kepedulian pemerintah dalam mengajarkan dan menerapkan aturan-aturan Islam.
Pemuda Harus Menjadi Generasi yang Bekerja dan Aktif Berdakwah
Islam memandang posisi pemuda di masyarakat bukan menjadi kelompok pengekor yang sekedar berfoya-foya, membuang-buang waktu dengan aktifitas-aktivitas yang bersifat hura-hura dan tidak ada manfaatnya. Melainkan Islam menaruh harapan yang besar kepada para pemuda untuk menjadi pelopor dan motor penggerak dakwah Islam. Pemuda adalah kelompok masyarakat yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, diantaranya adalah bahwa mereka relatif masih bersih dari pencemaran (baik aqidah maupun pemikiran), mereka memiliki semangat yang kuat dan kemampuan mobilitas yang tinggi.
Para musuh Islam sangat menyadari akan hal tersebut, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga untuk mematikan potensi yang besar tersebut dari awalnya dan menghancurkan para pemuda dengan berbagai kegiatan yang laghwun (bersifat santai dan melalaikan), dan bahkan destruktif.
Pemuda yang baik oleh karenanya adalah pemuda yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Mereka beramal/bekerja dengan didasari dengan keimanan/aqidah yang benar
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’” (QS Haa Miim [41]: 33)
2. Mereka selalu bekerja membangun masyarakat
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS Al Kahfi [18]: 7)
3. Dan mereka memahami bahwa orang yang baik adalah orang yang paling bermanfaat untuk ummat dan masyarakatnya
“Dan Katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.’” (QS At Taubah [9]: 105).
Pemuda Harus Menjadi Generasi yang Menjadi Potret Islam
Para pemuda hendaknya menyadari bahwa mereka haruslah menjadi kelompok yang mampu mempresentasikan nilai-nilai Islam secara utuh bagi masyarakat, yaitu:
1. Mereka menjadi generasi yang hidup qalbunya karena senantiasa dekat dengan al-Qur’an, dan tenang dengan dzikrullah (QS 13/28) [1], bukan generasi yang berhati batu (QS 57/16) [2] akibat jauh dari nilai-nilai Islam, ataupun generasi mayat (QS 6/122) [3] yang tidak bermanfaat tetapi menebar bau busuk kemana-mana.
2. Dalam menghadapi kesulitan dan tantangan, maka para pemuda harus sabar dan terus berjuang menegakkan Islam, hendaklah mereka berprinsip bahwa jika cintanya kepada Allah SWT benar, semua masalah akan terasa gampang.
3. Dalam perjuangan, jika yang menjadi ukurannya adalah keridhoan manusia maka akan terasa berat, tetapi jika ukurannya keridhoan Allah SWT maka apalah artinya dunia ini (QS 16/96) [4].
Catatan kaki:
[1] “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d [13]: 28)
[2] “… dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hadiid [57]: 16)
[3] “Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am [6]: 122)
[4] “Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl [16]: 96)
Silaturahim...
- afkarulislam
- agus cuprit
- ahmad nur taufik
- ahmad rouf
- aisha
- akhyadi
- anum
- bahtiar
- banu tri nugroho
- bias
- bilal
- budi lenggono
- de barono
- Dian Krisna Dipayana
- dimas
- doni d c
- halim
- Hartoyo
- imdadurrahman
- izzaty
- jual intip khas solo
- kammi solo
- Kheisya Illiyyana Jadiid
- kunto
- masjid nurul huda UNS
- najla
- risa
- sahabat hidayat
- suwarto
- triasmoro
- ust hatta samsyuddin
- yani
- yudhi
- zidnie
Categories
FEEDJIT Live Traffic Map
feedjit
Daftar Blog Saya
-
5 Manfaat Kunci Danantara: Mesin Baru untuk Mengubah Aset Negara Menjadi Kekuatan Ekonomi - Danantara hadir dengan satu gagasan besar: bagaimana aset dan investasi negara tidak hanya dikelola, tetapi juga dioptimalkan untuk menghasilkan nilai ek...2 minggu yang lalu
-
Slow Productivity: Saat Produktivitas Menemukan Ritme Manusiawi - Di dunia yang serba cepat, produktivitas sering disamakan dengan kecepatan dan kesibukan. Orang berlari dari satu tugas ke tugas lain, mengukur nilai diri ...10 bulan yang lalu
-
-
Hatta dan Robiah : Pasangan Konselor Keluarga dan Pembicara Parenting (Portofolio) - Hatta & Robiah memulai bahtera rumahtangga sejak tahun 2004 saat sama-sama belum selesai kuliah. Saat ini keduanya dikaruniai 6 putra-putri, dan tinggal d...2 tahun yang lalu
-
-
Pembelajaran Terpadu dan Inovatif Solusi Mendidik diI Era ‘Kids Zaman Now' - *Kids Zaman Now* adalah generasi millennial, generasi yang mengisi 20-25% dari total penduduk Indonesia. Generasi ini bebas dan tak mau terikat pada sua...8 tahun yang lalu
-
Catatan Samudera : Sabar - Dik, Wajar saja ketika setelah menikah dengannya, kita menemukan semakin banyak kekurangannya. Sudah bukan pekerja keras, sangat sulit pula mengajaknya ...9 tahun yang lalu
-
Outing Class Biologi Kelas X Tahun 2016 - Berikut ini dokumentasi kegiatan Outing class Biologi Kelas X semester Genap tahun 2016. Outing class ini diselenggarakan di Pantai Drini, Gunung Kidul, Yo...10 tahun yang lalu
-
-
Your Knowledge is Your Power, Make it Stronger with Kurio! - Suatu kali, DR. Robert Kearns menemukan ide untuk membuat pembersih kaca berjeda. Pada masa itu, pembersih kaca mobil tak memiliki jeda sehingga sering men...11 tahun yang lalu
-
Training JICA – Saga University 2002 - The post Training JICA – Saga University 2002 appeared first on Knowledge Sharing.11 tahun yang lalu
-
UNSUR : KEBERADAAN DAN KEGUNAANNYA - 1. Litium ( Li ) : terdapat dalam mineral spodumen LiAl(SiO3)2 dan lepidolit Li2Al2(SiO3)3(FOH)2. Kegunaan : - Pelumas mesin mobil ( litium stea...11 tahun yang lalu
-
Lele Terbesar di Dunia - Lele merupakan salah satu jenis ikan yang sangat populer di Indonesia. Namun dalam sehari - hari kita hanya menemukan lele dengan ukuran yang wajar dan l...12 tahun yang lalu
-
LOMBA KARYA TULIS EMPAT PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 - LOMBA KARYA TULIS EMPAT PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 Dalam rangka meningkatkan pema...13 tahun yang lalu
-
-
Selamat Hari Lahir Sayangku - Saya akan selalu mensyukuri tanggal ini. 20 Januari. Bukan untuk alasan yang mengada-ada. Padanya ada yg istimewa. *** Sebenarnya ini tanggal yang biasa sa...13 tahun yang lalu
-
-
Peluang Selalu Ada dan Peluang Selalu Datang - Saya terharu dengan support para pembaca blog ini, baik yang berkunjung di blog ini, blog Bisnis, maupun di facebook page Bisnis. Memang namanya bisnis ada...13 tahun yang lalu
-
Nasihat Imam Asy-Syafi’iy kepada Muridnya, Imam Al-Muzany - Imam Al-Muzany bercerita: “Aku menemui Imam Asy-Syafi’iy menjelang beliau wafat, lalu kubertanya, “Bagaimana keadaanmu pada pagi ini, wahai Ustadzku?” Bel...13 tahun yang lalu
-
Preview Ubuntu versi 12.04 A.k.a Precise Pangolin - Sesuai dengan jadwal rilis reguler, Ubuntu 12.04 akan menjadi* the next release* setelah Ubuntu 11.10. *Precise Pangolin* akan menjadi *codename* dar...14 tahun yang lalu
-
jual Intip solo - Pernah dengar nama intip? Intip merupakan makanan khas Solo yang sudah dikenal. Intip biasa di gunakan untuk oleh-oleh. Intip adalah sebutan untuk kerak na...14 tahun yang lalu
-
Risalah Menikah..... - RISALAH MENIKAH & KEUTAMAANNYA Oleh : Ustadz Abdul Hakim Salah satu problematika sosial umat Islam dewasa ini, adalah kekurangpahaman sebagian pemuda-pemu...15 tahun yang lalu
-
dalam benakku,seringkali - Seringkali dalam benakku Khawatir terus meraja Seketika enggan teruskan langkah Terdiam, merasa tak tangguh Merasa tak mampu Menatap dunia Lantas dari m...15 tahun yang lalu
-
Solusi Sekolah yang Berkualitas - Assalamualaikum saya mau nawarin sekolah bagus nih , Buat temen2 yg skrg kelas 3 atau yang sudah sma tapi mau pindah bisa mencoba sekolah ini. Karena sekol...16 tahun yang lalu
-
Izinkan Semesta Bicara... - Malam ini izinkan semesta bicara, Tentang kita, Tentang cita, Tentang cinta, Tanpa kata-kata... Izinkan ia berkata melalui bisiknya.. Kepadaku, Kepadamu, Ke...16 tahun yang lalu
-
-
Jangan biarkan aku dalam kehampaan - Jangan biarkan aku dalam kehampaan sekejap ku teringat akan masa lalu, dan itu takkan mungkin kembali walau jiwa ini memaksa untuk kembali ke masa itu kin...16 tahun yang lalu
-
Pindah Alamat - Teman,KandanGagas pindah alamat ke:blog.gagasmedia.netJadi, blog ini kami non-aktifkan. Karya-karya kalian di bulan Oktober dapat kalian lihat di alamat ba...16 tahun yang lalu
-
Tarawih Ngantuk, Tanda Shalat Tak Khusyuk - "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya." (Al-Mu'minun [23]: 1-2) Sering ngantuk ketika shalat tarawih...17 tahun yang lalu
-
-
-
Wang sina Wang - Karyo: “Jadi kamu enak ya, Run… Jadi pedagang, duitnya tiap hari mbanyu mili. Butuhan tiap hari bisa terpenuhi. Ndak pernah bon alias ngutang kaya aku ini....17 tahun yang lalu
-
Ulangan Mid semester semakin dekat - Assalamualikum wr wb Ujian (Ulangan Mid Semester semakin dekat dan dapat dihitung dengan jari. Sudah siapkah anda menghadapinya???? Sudahkan anda mempersiap...17 tahun yang lalu
-
JANGAN PERNAH LELAH BERAMAL - "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain". (Q.S. Al Insyirah: 7) Ayyuhal Ikhwah rahima...17 tahun yang lalu
-
gambar porno - judulnya emang gambar porno ... tapi ga maksud nulis jorok nii... jangan mikir kmana-mana dloe.. trz ada apakah dengan gambar porno?? Berdasarkan peneli...17 tahun yang lalu
-
Platycerium sp. - Platycerium is a genus of ~ 18 fern species in the Polypod family, Polypodiaceae. Ferns in this genus are widely known as Staghorn or Elkhorn ferns due ...17 tahun yang lalu
-
KIMONO.. - *Kimono.. kalian tau gag pakaian tradisi orang jepang...?? *mari kita nyama2 bahas neeh apa yang namane KIMONO itu... *Kimono*(bahasa Jepang: 着物 secara h...17 tahun yang lalu
-
-
GETHING NYANDING 2 - Masih manusiawi jika hati ini masih sankit, mungkin karena saya itu orang yang perasa. Alhamdulillah, masa penantian saya untuk mendapat proposal saya yan...17 tahun yang lalu
-
Sejarah konflik palestina - 1917-1949 Deklarasi Balfour 1917 2 November 1917. Inggris mencanangkan Deklarasi Balfour, yang dipandang pihak Yahudi dan Arab sebagai janji untuk mendirik...17 tahun yang lalu
-
mohon doa restu dan dukungannya untuk.... - Kalimat yang paling sering muncul dihadapan kita untuk beberapa bulan terakhir dan sangat mungkin untuk beberapa bulan kedepan adalah " mohon doa restu...17 tahun yang lalu
-
Loreal e-strat - Deadline : 17 januari 2009 L’Oréal EStrat is one of the world’s biggest online business simulation. This international competition is open to undergraduate...17 tahun yang lalu
-
SUDAH TIBA WAKTUNYA PAHLAWAN MUSLIM YANG AKAN MENYELAMATKAN INDONESIA - Bulan November merupakan Momentum bersejarah bagi Negara Indonesia pada bulan ini diperingati hari Pahlawan Indonesia, pada tanggal 10 november, dengan seb...17 tahun yang lalu
-
GLOBAL WARMING WORKSHOP & COMPETITION - *Deadline : 20 November * 62th Indonesia, Road to UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change) GLOBAL WARMING WORKSHOP & COMPETITION...19 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-