Tampilkan postingan dengan label Sebuah seruan. Tampilkan semua postingan

Selamat Pagi Cinta  

Posted by Muhammad Ihsan Fauzi in

Selamat pagi cinta..
Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dihatiku. aku akan memandang segalanya dengan cinta. Aku akan mencintai semua hal dalam hidupku. Aku akan mencintai matahari, karena matahari menghangatkan tulang-tulangku. Namun; aku juga akan mencintai hujan, karena hujan membersihkan hatiku.


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Aku akan mencintai cahaya, karena cahaya menunjukkan jalan kepadaku; namun aku akan mencintai kegelapan, karena kegelapan menunjukkan kepadaku bintang-bintang.
Aku akan menyambut baik kebahagian, karena kebahagian memperbesar hatiku. Namun aku akan menahankan kesedihan, karena kesediahan membuka jiwaku.
Aku akan menghargai kesuksesan, karena kesuksesan adalah hakku. Namun akan menyambut baik rintangan, karena rintangan adalah tantanganku.
Aku menyambut hari ini dengan cinta dihatiku. Dan bagaimana aku bertindak? Aku akan mencintai semua manusia karena masing-masing mempunyai sifat untuk dikagumi, walaupun sifat itu tersembunyi. Dengan cinta aku akan meruntuhkan tembok kecurigaan dan kebencian yang telah mereka dirikan disekeliling hati mereka dan ditempatnya aku akan membangun jembatan sehingga cintaku bisa memasuki jiwa mereka.
Aku akan mencintai orang yang penuh cita-cita karena mereka bisa memberikan ilham kepadaku.
Aku akan mencintai orang yang gagal karena mereka memberiku pelajaran.
Aku akan mencintai raja-raja karena mereka hanyalah manusia biasa.
Aku akan mencintai orang yang rendah hati karena mereka karena mereka memiliki sifat surgaawi.
Aku akan mencintai orang kaya akrena mereka kesepian.
Aku akan mencintai orang miskin karena mereka begitu banyak.
Aku akan mencintai orang muda karena keyaklinan yang mereka pegang.
Aku akan mencintai orang tua karena kebijaksanaan yang mereka miliki.
Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dihatiku. Dan bagaimana aku akan menghadapi setiap orang yang kutemui? Hanya dengan satu cara. Dengan kebisuan dan kepada diriku aku akan menyapanya dan mengatakan aku cinta padamu. Walaupun dikatakan dalam kebisuan kata-kata ini akan terpancar dari mataku, menghilangkan kerutan dahiku, mendatangkan senyuman dibibirku dan gema dalam suaraku, dan hatinyapun akan terbuka.
Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dihatiku.


Kepada saudaraku Pejuang dakwah dijalan Allah…  

Posted by Muhammad Ihsan Fauzi in

Kepada sahabat yang Allah mulyakan ia dengan dakwah...
Kepada setiap muslim yang mencitakan kejayaan islam…
Aku gemakan sebuah seruan cinta..
Sebuah seruan untuk gemakan tekad...
Sebuah seruan yang merupakan desah-desah kalbu...
Kepada mereka yang bekerja keras mengharap ridha Allah…
Kepada mereka yang siap mengemban beratnya amanah dakwah…
Kepada para murabbi yang serius membina…
Kepada mereka yang sabar membersamai mutarabbinya, meniti jalan ilahi…
Kepada saudaraku tercinta….
Risalah ini aku persembahkan…

Karena aku mencintai antum ...
Cinta karena Allah dan meneladani rasulnya...
Cinta yang mengharu biru kalbu
Cinta yang menyesak memenuhi rongga dada..
Cinta yang menggelorakan...

Saudaraku...
Bukankah Allah telah memulyakan kita semua dengan dakwah ini..?
Bukankah sebuah kebahagian bagi kita ketika Allah memilih kita sebagai jundullah, tentara-tentara Allah yang membela syariatnya?
Bukankah sebuah kehormatan bagi kita ketika Allah memilih kita untuk menghasung panji-panjinya?

Ketika konsolidasi kekuatan, koordionasi sejumlah program, sekaligus pembekalan-pembekalan pengokoh fikrah dan pematang qalbu digelar, aina anta ya jundullah?
Kami mafhum, mungkin engkau saat bitiu tengah sibuk dengan agendamu. Tugas-tugas akademis menuntutmu untuk berada dalam kejaran waktu, paper, laporan praktikum dan skripsi saat itu menjadi prioritas utamamu. tak berdaya lagi mengahdapi kemyataan yang dilemnatis banyaknya kewajiban kuliahmu, Tak mampu lagi antum berbagai dengan beban dakwahmu.

...Saudaraku...
Bukankah Allah telah memulyakan kita semua dengan dakwah ini..?
Bukankah sebuah kebahagian bagi kita ketika Allah memilih kita sebagai jundullah, tentara-tentara Allah yang membela syariatnya?
Bukankah sebuah kehormatan bagi kita ketika Allah memilih kita untuk menghasung panji-panjinya?
Lihatlah lebih dalam pada masing-masing diri kita. Sadarlah segera akan hampa temunya batin dalam shala-shalat kita menghadapNya. Tiada lagi nikmat indah yang berasa menyejuk itu. Kemanakah lari tilawah harian kita yang belepotan terbata-bata itu. Untuk menuntaskan target-target minmal yang menjadi standar ketangguhan ruhiyah kita tak lagi kuat kita capai. Kemanakah malam-malam hening tempat kita berdiri, ruku, dan sujud penuh isak membasahi pipi. Semua kini telah lenyap meninggalkan suara dengkur keras panjang menyambut fajar. Mungkin dengan alasan lelah yang sebenarnya tak seberapa itu, bahkan yang sebenarnya tak tepat sebagai kedok malas itu. Kemana juga berbagi waktu kita dengan penggalian ilmu, dengan pengasah fikir. Dengan dan dengan semua keutuhan kita

Kering terasa menyesak. Hampa sedemikian tak punya warna. Karena dalam semua sisa kekuatan yang telah remuk itu, terbuka lebar pintu inkhirafat fikr dan amal yang ngeri nganga. Baru kemarin terdengar berita seorang pejuang yang minta ijin undur dari kancah dakwah ini. Cuti sementara untuk memuasi hajat akadamisnya yang belum seberapa menantang itu. Padahal ia tahu persis bahwa undur dirinya itu berarti para seniornya yang tertatih membagi waktu dan pikiran semakin memberat luka duka beban tak berpikul.
Alangkah indahnya perjuangan ini..
Saudaraku...
Ketika dalam setiap derap langkahnya kita lantunkan sebuah doa yang diajarkan Rasulullah yang mulia..
Dalam waktu yang kita renda, hari yang kita jalin
Ada sekian banyak kesejukan yang kita rasa
Ada rindu yang menyesak dada
Ada pahatan kasih yang terpasang di hati
Selama itu pula kebersamaan kita ukir
Semoga.......
Waktu yang sedikit itu....
Tidak pernah melupakan kita dari indah kenangan yang membersamai kita...

Aku berharap....
Kebersaman kita bukan sekedar kebersamaan sesaat
Bukan kebersamaan yang tak bernilai apa-apa
Tapi... Sebuah kebersamaan yang hakiki...
Kebersamaan yang terukir dalam hati
Meski raga kita tak lagi bersua

Yaa Allah..
Anugrahilah kami rasa takut yang menghalangi kami dari maksiat kepadamu...
Dan ketaatan yang menghantarkan kami menuju surgamu...
Serta keyakinan yang meringankan kami dalam menghadapi musibah duniawi..
Yaa Allah, Berilah anugrah kepada kami muntuk menikmati pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama engkau masih mengizinkan kami hidup...
Yaa Allah..
Tolonglah kami dalam menghadapi musuh-musuh kami..
Dan balaslah orang yang menzalimi kami...
Janganlah Engkau timpakan musibah yang pada agama kami...
Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai perhatian terbesar kami dan orientasi ilmu pengetahuan kami...
Dan janganlah engkau perkenankan orang yang tidak menyayangi kami menguasai kami..

solo, 1 januari 2002

Tugas  

Posted by Muhammad Ihsan Fauzi in

ADA TUGAS
Alhamdulillah, setelah ujian sudah selesai. Tapi ada banyak tugas yang harus diselesaikan.

Tugas Matematika
1. Hitunglah amal baik dan amal burukmu dengan menggunakan rumus muhasabah dan mutabaah.


Tugas Fisika..
1. Persiapkan Fisik kita untuk meretas kebangkitan Islam.
2. Usahakan Resultan pengaruh gaya positif jauh lebih besar daripada pengaruh gaya negatif. Gaya positif adalah gaya yang mendrive kita pada kebaikan seperti sahabat yang baik, lingkungan yang soleh dll.
Sedangkan gaya negatif adalah gaya syaitan yang menjerumuskan kita ke dalam perbuatan sia-sia, dosa atau maksiat.

Tugas Kimia

1. Reaksikan potensimu dalam bejana amal jamai yang muntijah(produktif).


Tugas Sejarah
Nah, ini tugas yang paling penting. Tugas Sejarah kita adalah mempersiapkan generasi yang akan menuliskan namanya pada lembar sejarah peradaban.

selanjutnya apresiasikan dirimu, tunjukkan pada dunia semangat dan citamu..
ada komen? silahkan diisi yach..

padamu pemuda...  

Posted by Muhammad Ihsan Fauzi in

anak muda...

ini sekedar lilin yang ingin keberikan dari jendela hati

untuk membakar semangatmu


Aku melihat setetes air pada dirimu
yang kelak akan menjadi sebuah samudera yang amat dalam

aku melihat percik bara semangat dihatimu

yang kelak akan menjadi api yang berkobar...

Jangan biarkan semangatmu reda!
karena hidup harus selalu diisi dengan perjuangan dan kegigihan

Saatnya kita bangkit lagi mencapai kemuliaan
kita hentikan kejumudan
biar menjadi bagian dari masa lalu
ayo majulah kawan Islam
karena mereka pun telah bergerak menuju harapan!

Sajak ini saya dedikasikan untuk anda para pemuda Islam,
yang bersemangat untuk…
menyongsong masa depan yang lebih cemerlang!
berani untuk menghadapi segala tantangan yang datang!
yang benci menjadi"orang biasa-biasa saja…!"
dan bersiap diri menjadi"orang yang luar biasa!"
dengan kemuliaan Islam.

Saya menghargai dan salut kepada anda semua…

(dikutip dari buku "Meraih cita-cita dengan semangat membara" karya Muhammad Ahmad Ismail Al Muqaddam)